Wednesday, May 07, 2008

[Rabu 7 Mei 2008] Demo Tolak Pembubaran Ahmadiyah


JOGJA - Penolakan terhadap pembubaran Ahmadiyah digalang puluhan aktivis dan mahasiswa Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (AJI Damai). Di tengah derasnya hujan yang mengguyur Jogja sore kemarin, mereka menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD DIJ, Jalan Malioboro Jogja.
Dalam demo ini, massa AJI Damai berorasi menolak keberadaan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang pelarangan Ahmadiyah. Massa AJI Damai juga membentangkan spanduk bertuliskan Stop kekerasan atas nama agama. Sebuah poster Muhammadiyah, NU dan Ahmadiyah Bersaudara juga terlihat di tengah kerumunan massa.
‘’Hujan deras boleh turun. Tapi kami tetap menyuarakan penolakan SKB larangan Ahmadiyah,” kata Koordinator Aksi Subkhi Ridho. Di mata massa AJI Damai, keputusan Bakor Pakem yang merujuk fatwa MUI telah menyalahi konstitusi. Keputusan itu lahir hanya atas desakan sekelompok kecil golongan tertentu saja. Padahal, Ahmadiyah ada di Indonesia jauh hari sebelum proklamasi kemerdekaan.
‘’Keberadaan Ahmadiyah juga dijamin dalam UUD 1945 pasal 29 mengenai kebebasan beragama dan memeluk kepercayaan,” lanjut Subkhi. Ahmadiyah juga memberikan kontribusi bagi bangsa ini. Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Supratman adalah warga Ahmadiyah. “Ahmadiyah juga tidak pernah memakai cara-cara kekerasan dalam bertindak meski dihujat di mana-mana,” bela Subkhi.
Sampai sekarang pengikut Ahmadiyah di Indonesia jumlahnya mencapai lebih dari 2 juta orang. Selain menolak pembubaran Ahmadiyah, AJI DAMAI juga menuntut Presiden SBY menyelesaikan kasus Ahmadiyah berdasar UUD 1945. Mereka juga mendesak Kejaksaan Agung bertindak menghargai konstitusi dan HAM.
“Kami juga mendukung Sultan Hamengku Buwono X menciptakan kedamaian bagi masyarakat Jogja dan Indonesia,” tulis mereka dalam pernyataan sikapnya. Massa AJI Damai juga menyerukan terwujudnya Bhineka Tunggal Ika secara nyata dalam kehidupan. (kus)